<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897</id><updated>2012-02-16T16:35:59.244-08:00</updated><title type='text'>kiira</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-2455971310454452738</id><published>2010-04-05T22:57:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T23:07:10.605-07:00</updated><title type='text'>sastra dan teknologi informasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;PERKEMBANGAN sains dan teknologi mutakhir -- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;artificial intelligence, &lt;/span&gt;fraktal, bio-teknologi, nano-teknologi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cyberspace, cyborg &lt;/span&gt;-- telah mengusung berbagai perubahan fundamental pada dunia kehidupan, termasuk dunia seni dan sastra. Meskipun demikian, ada pandangan kritis yang berkembang, yang melihat bahwa perkembangan sains dan teknologi telah bergeser dari arah yang dibayangkan sebelumnya, dengan bentuk yang semakin rumit, dan kompleksitas yang semakin tinggi. Sains dan teknologi, yang diharapkan dapat membangun sebuah kehidupan bermakna, kini berkembang ke arah yang 'melampaui' alam dan kapasitas manusia itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Sejarah perkembangan sains dan teknologi memang selalu dihiasi oleh wacana-wacana kritis menyangkut efek dan pengaruhnya terhadap masa depan dunia kehidupan. Sejak pertengahan abad-19 hingga kini, beberapa pemikir, mulai Baudellaire, Tolstoy, Sorokin, hingga Heidegger, Adorno dan Virilio telah membentangkan berbagai gambaran suram sains dan teknologi, yang dilihat telah menciptakan berbagai masalah kemanusiaan, degradasi peradaban, dan penghancuran diri sendiri umat manusia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;self destruction&lt;/span&gt;). Meskipun demikian, tidak sedikit pula pemikir-pemikir lain yang bersikap lebih optimistik terhadap perkembangan sains dan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Terlepas dari gambaran cerah atau suram yang ditampilkannya, sains dan teknologi selalu membentangkan sebuah 'kemungkinan dunia' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the possible world&lt;/span&gt;) atau sebuah 'masa depan imajiner' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;imaginary future&lt;/span&gt;), yaitu imajinasi tentang sebuah masyarakat masa depan yang dibangun melalui kekuatan sains dan teknologi. Sains dan teknologi berperan besar dalam mengkonstruksi sebuah arsitektur 'realitas' yang diimajinasikan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;imagining reality&lt;/span&gt;), meskipun kerap sekali realitas yang dikonstruksi oleh sains dan teknologi tidak seperti yang dibayangkan, karena berbagai ekses buruk yang dihasilkannya. Ada jurang yang lebar antara imajinasi dan realitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Dalam relasinya dengan perkembangan sastra, khususnya sastra kontemporer Indonesia, pertanyaan mendasar yang muncul adalah apakah perkembangan sains dan teknologi mutakhir dapat berperan dalam membangun sebuah dunia sastra masa depan yang lebih imajinatif, kreatif, eksporatif dan produktif, atau malah sebaliknya menghasilkan sebuah lorong gelap dan suram yang menuju ke arah 'degradasi sastra'? Bila demikian, maka ketimbang mengambil ide atau inspirasi dari sains dan teknologi, sastra semestinya dibangun sebagai sebuah 'wacana kritis' dan 'reflektif', untuk 'memandu' arah perkembangan sains dan teknologi itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;Sains: Utopia, Distopia, Hipertopia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Sains dan teknologi adalah sebuah bentuk 'pembentangan kemungkinan dunia' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;possible world&lt;/span&gt;) atau sebuah 'perluasan medan pengalaman' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;field of experience&lt;/span&gt;). Melalui sains dan teknologi 'dibentangkan' sebuah dunia yang belum pernah ada, belum terbayangkan atau belum terimajinasikan sebelumnya. Akan tetapi, pembentangan sains dan teknologi adalah pembentangan penuh ambiguitas. Di satu pihak, sains dan teknologi membentangkan semacam horizon pengharapan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;horizon of expectation&lt;/span&gt;): pengembaraan tak bertepi, pengetahuan tanpa batas, pengalaman tanpa pembatas. Di pihak lain, ia menciptakan pula 'ketakterlukisan yang enigmatik', 'kecemasan yang tanpa akhir' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anxiety&lt;/span&gt;), 'rasa ketakamanan ontologis' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ontological insecurity&lt;/span&gt;), 'keterserapan dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; kecanduan', serta 'ketakpastian identitas dan subyektivitas'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Ada tiga kecenderungan utama pemikiran tentang sains dan teknologi dalam perannya membangun sebuah 'rumah' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oikos&lt;/span&gt;) atau 'tempat' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;topos&lt;/span&gt;) bagi masyarakat manusia, yaitu: 1) utopianisme (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;utopianism&lt;/span&gt;) sebagai pandangan optimis tentang peran positif sains dan teknologi, 2) distopianisme (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dystopianism&lt;/span&gt;), sebagai pandangan pesimis tentang sains dan teknologi, dan 3) 'hiper-topianisme' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hypertopianism&lt;/span&gt;), sebagai pandangan 'fatalis' tentang sains dan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Pertama, 'utopianisme', sebagai sebuah kecenderungan pemikiran tentang sebuah 'masyarakat tanpa cela' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;perfect society&lt;/span&gt;) di masa depan dan peran sentral sains dan teknologi dalam membangunnya. 'Utopia' dalam bahasa Yunani berarti 'tak-bertempat'. Thomas More menggunakan istilah 'utopia' untuk menggambarkan sebuah masyarakat imajiner yang berada di sebuah tempat yang jauh, sebagai model kehidupan masyarakat masa depan yang demokratis dan tanpa kelas, dengan orang-orang yang bijak. 'Utopia' menjadi sebuah istilah generik untuk melukiskan segala bentuk cerita atau narasi yang menceritakan sebuah komunitas di masa depan di mana segala sesuatu berlangsung indah, menyenangkan dan tanpa cela. [i] Marshal McLuhan, misalnya, secara optimis melihat teknologi sebagai sebuah utopia 'perpanjangan manusia' di masa depan. [ii] Pandangan optimistik semacam ini diperlihatkan pula oleh berbagai pemikir, seperti Francis Bacon, New Atlantis (1624), Herman Kahn, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Next 200 Years&lt;/span&gt; (1976) sampai Howard Rheingold, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Virtual Reality &lt;/span&gt;(1993)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Para pemikir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cyberspace, &lt;/span&gt;seperti John Perry Barlow, Jaron Lanier, Mark Pesce dan Timothy Leary, mengembangkan pandangan utopianisme yang lebih ekstrim, yaitu sebuah keyakinan, bahwa segala keterbatasan, hambatan dan kekurangan manusia (fisik, psikis, spiritual) dapat diatasi melalui kekuatan sains dan teknologi, khususnya teknologi realitas virtual (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;virtual reality&lt;/span&gt;), yang dapat menawarkan sebuah 'dunia baru', yang sepenuhnya dibangun secara artifisial (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;artificial reality&lt;/span&gt;)-inilah pandangan tekno-romantisisme (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;techno-romantism&lt;/span&gt;). [iii] Kemajuan sains dan teknologi mutakhir: teknologi informasi, rekayasa molekul, bioteknologi, nanoteknologi, dan pemrograman kuantum-digital dapat menciptakan di masa depan 'manusia baru' dan 'realitas baru', yang dibentuk oleh tubuh baru yang bersifat artifisial (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;artifisial body&lt;/span&gt;), yaitu tubuh-tubuh virtual. [iv]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Kedua, distopianisme (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dystopianism&lt;/span&gt;), sebagai pandangan pesimis-skeptis tentang sains dan teknologi. 'Distopia' adalah sebuah tempat atau kondisi yang di dalamnya segala sesuatu dilukiskan tampil dalam kondisi seburuk-buruknya. Visi distopia tentang masa adalah lukisan tentang masalah-masalah serius yang ditimbulkan oleh perkembangan sains dan teknologi dan ketidakmampuan manusia mengatasi dan menanggungkan setiap bahaya, risiko dan bencananya. Untuk itu, harus ada upaya serius untuk membendung bahkan menghentikan pertumbuhan sains dan teknologi, yang bila tidak dilakukan akan membawa pada bencana dan kehancuran manusia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catasthrope&lt;/span&gt;). Perkembangan sains dan teknologi yang 'melampaui' menyediakan terlalu banyak fungsi dan produk, yang semakin menjauhkan manusia dari alam. Teknologi informasi, misalnya, menjadikan setiap individu sebagai subyek yang berjarak dengan dunia realitas, semacam 'penjarakan pengalaman' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;distanciation&lt;/span&gt;). [v] Sehingga, ketimbang menghasilkan kepuasan dan kebahagiaan, teknologi sebaliknya menciptakan 'ketakpuasaan' dan 'kesadaran tak bahagia' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unhappy consciousness&lt;/span&gt;) yang abadi. Subyek dari hari ke hari terpasung ke dalam seduksi teknologi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seduction&lt;/span&gt;) dan 'terbenam' di dalam strukturnya, yang mengkerdilkan ruang untuk berpikir dan refleksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Ketiga, 'hiper-topianisme' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hyper-topianism&lt;/span&gt;), yaitu pandangan tentang lukisan dunia yang kehilangan batas, kategori dan ukuran. 'Hiper-topia' dapat dijelaskan sebagai 'tempat yang melampaui', yang mendekonstruksi segala batas, definisi dan kategori-ketegori yang ada. Bila pandangan utopianisme mempunyai definisi dan batas-batas tentang apa yang disebut 'baik', 'sempurna', 'bahagia'; dan, pandangan distopia mempunyai definisi dan batas-batas tentang apa yang disebut 'buruk', 'merusak' dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; 'bencana'; pandangan hiper-topianisme tidak mempunyai definisi dan ukuran-ukuran itu, disebabkan ia dibangun oleh prinsip 'fatalisme' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fatalism&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Jean Baudrillard adalah salah satu pemikir 'hiper-utopis' macam ini, yang melihat perkembangan sains dan teknologi melalui pandangan fatalis. Sains dan teknologi dipandang telah berkembang ke arah kondisi 'melampaui' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hyper&lt;/span&gt;), yang tidak menyediakan lagi ruang untuk refleksi di dalamnya. Manusia tunduk pada kekuasaan sains dan teknologi, menempatkan dirinya di hadapan produk-produknya sebagai 'mayoritas yang diam' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the silent majorities&lt;/span&gt;), dan menjadi bagian dari setiap struktur yang diciptakannya. Ke manapun arah perkembangan sains dan teknologi, meskipun ke arah bencana (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catasthrope&lt;/span&gt;) dan penghancuran diri sendiri (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;self-destruction&lt;/span&gt;), manusia tidak mungkin melepaskan diri darinya, di dalam semacam sebuah 'keniscayaan' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the necessity of technology&lt;/span&gt;), sehingga satu-satunya posisi yang tersedia adalah 'menikmati' semuanya, sebelum bencana itu datang. [vi]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Amerika, menurut Baudrillard, adalah sebuah model modernitas yang berkembang menuju titik 'ekstrim', yaitu ke arah modernitas radikal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;radical modernity&lt;/span&gt;), yang merealisasikan dan mematerialisasikan segala sesuatu yang selama ini dianggap bersifat utopis. [vii] Di Amerika segala bentuk utopia telah tercapai, telah direalisasikan. Tak ada lagi daerah angan-angan, tanah impian, atau horizon pengharapan, karena segala hal diasumsikan bisa dicapai, direalisasikan, dimaterialisasikan. Segala bentuk metafisika, transendensi, fiksi, mimpi, halusinasi bisa dimaterialisasikan lewat kemampuan teknologi simulasi, yang menciptakan sebuah paradoks utopia atau 'hiper-utopia' . Artinya, bila utopia telah tercapai (di Amerika) maka sesungguhnya ia tidak lagi utopia. Bila impian telah menjadi realitas, maka ia bukan lagi impian-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the death of utopia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;Sains, Teknologi dan Ekstrimitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Sains modern (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;modern sciences&lt;/span&gt;) digerakkan oleh spirit utopia, yaitu spirit membangun sebuah 'tanah impian' yang fondasinya adalah kemajuan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;scientific progress&lt;/span&gt;) dan kebaruan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;newness&lt;/span&gt;), melalui kekuatan rasionalitas dan obyektivitas sains. Sains posmodern (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;postmodern sciences&lt;/span&gt;), di pihak lain, digerakkan oleh dua spirit sekaligus. Pertama, spirit distopia yang bersifat antiprogress dan anti-kebaruan, yang tidak percaya pada rasionalitas dan obyektivitas, dalam rangka penghargaan kembali atas 'rasionalitas-rasionalitas' sains masa lalu, yang selama ini oleh sains modern dianggap sebagai irasional, mistis dan mitologis. [viii] Kedua, spirit hiper-topia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hyper-topia&lt;/span&gt;), yaitu spirit 'melampaui' kemajuan dan kebaruan itu sendiri, dengan mengembangkan sains dan teknologi ke arah 'hiper-sains' atau 'hiper-teknologi' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hyper-technology&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Di dalam skema hiper-realitas, sains dan teknologi bertumbuh ke arah 'ekstrimitas', yang 'bergerak melampaui batas-batas alamiahnya', untuk memasuki berbagai bentuk 'ekstrimitas'. Segala sesuatu didorong oleh sains dan teknologi menuju titik ekstrim, dan orang terus mendorong lebih jauh lagi, sampai pada satu titik di mana setiap sistem, konsep atau argumen kehilangan logikanya sendiri, dan ia bertumbuh melampaui fungsi, tujuan, prinsip dan hakikatnya. Inilah lukisan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir, yang di dalamnya setiap entitas berkembang ke arah alam superlatif, ke arah titik 'kelimpahan' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;overgrowth&lt;/span&gt;). Ekstrimitas menciptakan sebuah pertumbuhan paradoksal: pertumbuhan sekaligus penghancuran diri sendiri (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;self-destruction&lt;/span&gt;). Misalnya, perkembangan nuklir, rekayasa genetika dan perang bintang, yang akhirnya dihentikan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;deterrence&lt;/span&gt;), disebabkan ia akan menggiring pada penghancuran total umat manusia sendiri. Strategi fatal (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fatal strategies&lt;/span&gt;) adalah strategi ketika segala ancaman resiko terhadap penghancuran diri sendiri ini diabaikan dan secara pasif diterima, karena ketidakmampuan mencari 'pilihan lain'. [ix]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Donella Meadows di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beyond the Limits: Global Collapse or a Sustainable Future, &lt;/span&gt;menggunakan istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overshoot &lt;/span&gt;untuk menjelaskan pertumbuhan sains dan teknologi yang menuju titik ekstrimitas ini, menuju sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;catasthrope. &lt;/span&gt;Kebutuhan akan diferensiasi produk, pembaharuan prinsip sains dan teknologinya telah mendorong ke arah eksplorasi sumberdaya alam secara berlebihan dan di luar kendali. Krisis ekologis muncul ketika 'mitos teknologi' berhadapan dengan 'batas-batas kemampuan bumi' dalam menanggungkan akibatnya. [x] Bila pertumbuhan teknologi dan industrialisasi serta ekonomisasinya tak dapat dikendalikan, maka akan terjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;global collapse &lt;/span&gt;dalam waktu yang tidak terlalu lama. John Leslie, di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The End of the World, &lt;/span&gt;melukiskan sebuah 'hari kehancuran' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;doomsday&lt;/span&gt;), sebagai akibat pertumbuhan pesat ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, industri yang sarat resiko. [xi] Ada beberapa resiko kehancuran itu: bencana nuklir, perang biologi, perang kimia, kerusakan lapisan ozon, efek rumah kaca, polusi, berbagai efek negatif rekayasa genetika, dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Bagi Virilio, kondisi 'ekstrimitas' tercipta akibat bergesernya peran sains dan teknologi, dari kendaraan untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan, ke arah mesin untuk menaklukkan waktu, yaitu 'mesin kecepatan' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dromological machine&lt;/span&gt;) dengan mengabaikan konsekuensi dan ekses buruknya bagi manusia-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tombol speed-dial, remote control, electric toothbrush, handphone, surveillance camera, telepresence, cybersex. &lt;/span&gt;[xii] Virilio melihat begitu sentral peran kecepatan di masa kini, sehingga, hampir tidak ada kini yang tidak menjadi bagian dari skema kecepatan. Kecepatan kini dilihat sebagai sebuah cara 'mengada' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;becoming&lt;/span&gt;) yang sentral di dalam abad informasi-digital. Percepatan kini "...merupakan dimensi satu-satunya dari ruang, yaitu 'ruang-kecepatan' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;speed-space&lt;/span&gt;)". [xiii] Mesin-mesin kecepatan itu membangun ruang epilepsi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;epilepsy&lt;/span&gt;), yaitu ruang-ruang ketakterdugaan dan frekuensi yang tak dapat diramalkan, di mana hidup digiring ke dalam sebuah 'kegamangan' , akibat muncul dan menghilangnya yang nyata, tanpa ada celah ruang dan waktu ruang bagi perenungan dan refleksi diri (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;self-reflection&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Ekstrimitas sains dan teknologi dapat pula dilihat dalam perannya 'mendekonstruksi' batas-batas yang selama ini dibangun di dalam aneka sistem sosial, politik, kultural dan spiritual. Dieter Lenzen, di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Looking Back on the End of the World, &lt;/span&gt;melihat perkembangan teknologi informasi-digital dewasa ini (televisi, video, internet) telah melenyapkan batas-batas sosial, khususnya batas antara 'dunia orang dewasa' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;adulthood&lt;/span&gt;) dan 'dunia anak-anak' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;childhood&lt;/span&gt;). Melalui perkembangan aneka media mutakhir (televisi, video, internet) sebagai bentuk baru 'ruang publik' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;public sphere&lt;/span&gt;), maka batas-batas yang selama ini memisahkan dunia orang dewasa dan anak-anak menjadi lenyap. Anak-anak-dengan memasuki ases ke berbagai media-kini dapat memasuki dunia dewasa (dunia seksual, pornografi) yang tanpa sekat, ke dalam sebuah dunia 'telanjang' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;transparent&lt;/span&gt;). [xiv]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;'Ekstrimitas' bagi John Horgan adalah dalam pengertian bahwa sains dan teknologi telah mencapai setiap batas akhir utopianya. Di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The End of Science: Facing the Limits of Knowledge in the Twilight of the Scientific Age, &lt;/span&gt;Horgan mengatakan, bahwa segala utopia telah dicapai oleh sains dan teknologi, sehingga tidak ada lagi fantasi dan imajinasi masa depan yang dapat dibayangkan, tidak ada lagi utopia. Sains mencapai sebuah titik batas pengetahuan lengkap, yang mampu mengkonstruksi sebuah masyarakat sempurna (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;perfect society&lt;/span&gt;), yang di dalamnya tidak ada lagi yang tak mampu direalisasikan, tak ada lagi masalah tak terpecahkan, tidak ada lagi misteri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; yang tak tersingkap. [xv] Kini, 'teori segalanya' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;theory of everything&lt;/span&gt;) menjadi sebuah titik akhir utopia itu, yang di dalamnya segala masalah dari setiap disiplin dapat dicari jawabannya oleh sebuah teori tunggal. Sains telah sampai pada sebuah titik balik sejarahnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;historical reversal&lt;/span&gt;), yang kehilangan kekuatan kemajuan, inovasi dan kebaruannya, sehingga yang tersisa bagi sains-yang disebut sains posmodern (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;postmodern science&lt;/span&gt;)-adalah mencampuradukkan segala yang ada di dalam sebuah 'eklektisisme sains', sebuah perkawinan silang yang kompleks antara sains dan bidang-bidang lainnya, seperti sastra, seni, atau agama, yang menggiring pada kondisi 'matinya sains'-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the end of science.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;Sains, Teknologi dan Makna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Sebuah pertanyaan sentral yang berkaitan dengan relasi antara sains, teknologi dan sastra adalah pertanyaan tentang 'makna' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meaning&lt;/span&gt;): apakah sains dan teknologi dapat membangun makna dan dunia bermakna? Atau, makna itu semata-mata urusan sastra? Di satu pihak, ada pandangan yang melihat sains sebagai kumpulan sistem-sistem pengetahuan, prinsip dan konsep dan teknologi sebagai kumpulan sistem-sistem fisik, mesin, alat atau teknik yang tidak ada hubungannya dengan 'makna'. Di pihak lain, ada yang melihat sains dan teknologi sebagai cara membangun 'dunia bermakna', khususnya sebagai 'alat ideologi' dan 'kepentingan'. [xvi]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Jurgen Habermas, di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Knowledge and Human Interests, &lt;/span&gt;mengajukan tesis mengenai menyatunya kepentingan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;interest&lt;/span&gt;) dan pengetahuan, di mana pengetahuan berfungsi sebagai instrumen untuk melayani kepentingan tertentu. [xvii] Sains sebagai cara mengetahui dan memahami dunia, sebagaimana dikatakan Laura Nader, seringkali disarati oleh muatan ideologi, melalui peminggiran besar-besaran terhadap model-model sains lainnya, khususnya sains etnis (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;local sciences&lt;/span&gt;). [xviii] Muatan ideologis sains dan teknologi ini juga dilihat oleh Neil Postman, yang mengatakan, bahwa sekali teknologi diterima di dalam masyarakat, ia akan menanamkan nilai-nilai yang didesain untuknya. [xix] Teknologi dapat menciptakan 'monopoli pengetahuan' oleh kelompok dominan, atau sebagai alat marjinalisasi terhadap yang tidak mempunyai ases ke dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Relasi antara sains-teknologi dan sastra dilukiskan oleh C.P. Snow di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Two Cultures, &lt;/span&gt;melalui ungkapan 'dua budaya' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;two culture&lt;/span&gt;), yang di dalamnya ilmuwan membuat dua 'benteng kokoh' yang memisahkan 'dunia sains' dan 'dunia sastra'. [xx] Richard P. Brennan melukiskan situasi 'dua budaya' ini, yang di dalamnya ilmuwan tidak 'melek seni' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;art literacy&lt;/span&gt;) dan sebaliknya sastrawan tidak 'melek ilmiah' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;scientific literacy&lt;/span&gt;). [xxi] Di satu pihak, seorang seniman tidak mampu mengimajinasikan konsep-konsep seperti fraktal, superstring, biodiversitas, nanoteknologi atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chaos. &lt;/span&gt;Di pihak lain, seorang ilmuwan tidak mampu mengimajinasikan makna, keindahan, atau sublimasi sebuah lukisan. Dalam hal ini, John Brockman, di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Third Culture: Beyond the Scientific Revolution, &lt;/span&gt;menawarkan 'budaya berpikir baru', yang melaluinya benteng tinggi yang memisahkan antara 'dunia ilmuwan' dan 'dunia sastra' didekonstruksi, dalam rangka membangun sebuah 'medan komunikasi', yang di dalamnya tercipta iklim saling pemahaman bersama (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mutual understanding&lt;/span&gt;) di antara mereka. [xxii]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Melalui budaya berpikir baru itu, sains dan teknologi-sebagaima na sastra-kini dilihat sebagai sebuah cara membangun 'makna' dan 'dunia bermakna' itu sendiri. Pandangan ini dipertegas oleh John Naisbitt, di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;High-Tech Hi-Touch: Technology and Our Search for Meaning, &lt;/span&gt;yang melihat sains dan teknologi tidak hanya sekedar sarana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; pemenuhan fungsi utilitas tertentu, akan tetapi merupakan ruang tempat kita mencari 'makna' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;meaning&lt;/span&gt;). [xxiii] Teknologi dapat menciptakan makna-makna 'nasionalisme', 'maskulinitas', atau bahkan 'spiritualitas', sejauh ia mampu membangun subyek manusia, yang mengidentifikasi diri dengan konsep-konsep bawaan sains dan teknologi itu. Sebaliknya, teknologi dapat memberikan andil bagi penciptaan makna-makna ketidak-adilan, represi, ketimpangan dan marjinalisasi, sejauh ia menciptakan relasi-relasi sosial semacam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;Sastra: Utopia, Dystopia, Hiper-topia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Bagaimana menempatkan sastra dalam bingkai perkembangan sains dan teknologi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; mutakhir, atau sebaliknya-dengan bersandar pada konsep 'budaya ketiga' Brockman-bagaimana menempatkan sains dan teknologi mutakhir dalam bingkai perkembangan sastra? Apakah perkembangan sains dan teknologi mutakhir seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;artificial intelligence, cyberspace &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;telesurveillance &lt;/span&gt;memberikan 'tanah impian baru' yang menjanjikan bagi perkembangan sastra, atau malah menggiring pada degradasi dan kehancuran sastra? Di pihak lain, apakah sastra mampu berperan dalam 'meluruskan' perkembangan sains dan teknologi, sehingga mengurangi berbagai ekses, sifat melampaui dan penghancuran diri sendirinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Pertanyaan tentang bagaimana perkembangan sains dan teknologi mutakhir memberikan 'spirit' pada perkembangan sastra, berkaitan dengan pertanyaan bagaimana sastra 'menggunakan' sains dan teknologi di dalam ekspresi dan narasinya. Dalam hal ini, Raymond Williams, di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Problems in Materialism and Culture, &lt;/span&gt;menjelaskan dua tipe karya sastra, khususnya fiksi, menyangkut visinya terhadap 'masa depan'-baik yang melibatkan sains dan teknologi maupun yang tidak-yaitu: sastra utopia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;utopia&lt;/span&gt;) dan distopia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dystopia&lt;/span&gt;). Akan tetapi, perkembangan sains dan teknologi mutakhir ke arah hiper-sains dan hiper-teknologi, memungkinkan kita menambahkan kategori ketiga yang tidak terpikirkan oleh Williams, yaitu 'sastra hiper-topia'&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hyper-topia&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Pertama, 'sastra utopia', sebagai sastra yang merayakan pandangan optimistik, positivistik dan afirmatif terhadap perkembangan sains dan teknologi. Williams menjelaskan empat tipe fiksi utopian macam ini, yang melukiskan: a) surga, yang di dalamnya sebuah kehidupan lebih bahagia dilukiskan terjadi di sebuah dunia lain; b) dunia yang berubah secara eksternal, yang di dalamnya sebuah kehidupan baru dimungkinkan melalui perubahan terhadap alam; c) transformasi yang didambakan, yang di dalamnya sebuah kehidupan baru dicapai melalui upaya-upaya manusia; dan d)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; transformasi teknologis, yang di dalamnya sebuah kehidupan baru dimungkinkan melalui penemuan teknis. [xxiv] Sastra utopis yang bersandar pada transformasi teknologis adalah sastra yang 'merayakan' sains dan teknologi dalam ekspresi dan narasinya, dengan menarasikan segala konsekuensi-konsekuensi positifnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Beberapa fantasi ilmiah yang dinarasikan oleh para penulis fiksi ilmiah, seperti Bruce Sterling dan William Gibson, dapat dikategorikan sebagai novel yang merayakan utopia, dengan membangun sebuah rekaan atau skenario tentang sebuah 'masa depan' yang menjanjikan kebahagiaan, yang pada akhirnya lewat kemajuan sains dan teknologi menjadi sebuah kenyataan. Misalnya, Novel Williams Gibson, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Neuromancer, &lt;/span&gt;yang ditulis sekitar tahun 60-an, melukiskan sebuah 'tanah impian baru' tersebut, berupa sebuah rekaan dunia maya yang dibentuk oleh jaringan komputer yang terkoneksi secara global, yang disebutnya matrix. [xxv] Fiksi ilmiah Gibson tersebut kini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; menjadi realitas keseharian abad informasi, yang kita kenal sekarang sebagai internet atau realitas virtual (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;virtual reality&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Kedua, 'sastra distopia', yaitu segala bentuk ekspresi dan narasi yang merupakan kebalikan dari sastra utopia. Williams menjelaskan pula empat tipe sastra distopia: a) neraka (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the hell&lt;/span&gt;), yang di dalamnya sebuah dunia tak menyenangkan dilukiskan terjadi di sebuah tempat; b) dunia yang berubah secara eksternal, yang di dalamnya sebuah kehidupan baru tetapi tak membahagiakan berlangsung karena peristiwa alam yang tak terkendalikan; c) transformasi yang didambakan, yang di dalamnya sebuah dunia baru tapi tak menyenangkan tercipta akibat degenerasi sosial, sebuah tatanan sosial yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; merusak, atau konsekuensi-konsekuensi dari upaya transformasi sosial yang berujung bencana; d) transformasi teknologi, yang di dalamnya kondisi kehidupan diperburuk oleh perkembangan teknologi. [xxvi]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Berkebalikan dengan sastra utopia, sebagian besar eksplorasi langsung kondisi dan bentuk kehidupan-sosial dan politik dan juga material-dalam efek dan intensinya bersifat distopian: perang nuklir, peledakan penduduk, pemanasan global (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;global warming&lt;/span&gt;), pengintaian elektronik (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;electronic surveillance&lt;/span&gt;). Sastra distopia melukiskan sebuah masa depan yang kelam, suram, menakutkan, enigmatik dan penuh ketakpastian, sebagai ekses dari perkembangan sains dan teknologi yang tak mampu dikendalikan. Sastra distopia adalah ungkapan kekecewaan, ketaksetujuan dan keputusasaan terhadap arah perkembangan masa depan, terutama yang diakibatkan oleh perkembangan sains dan teknologi. Novel-novel Aldous Huxley, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Brave New World &lt;/span&gt;(1932), George Orwell, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nineteen Eighty-Four&lt;/span&gt; (1949), dan H. G. Wells, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Time Machine &lt;/span&gt;(1895), dapat dikategorikan sebagai sastra distopia macam ini. Novel H.G. Wells, misalnya, adalah sebuah lukisan pesimis tentang masa depan, di mana kontrol total manusia oleh teknologi menggiring pada kondisi degenerasi dan dekadensi kemanusiaan. [xxvii]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Ketiga, 'sastra hiper-topia'. Berdasarkan pengaruh perkembangan mutakhir sains, teknologi, sosial, dan budaya dapat dijelaskan di sini beberapa tipe sastra hiper-topia: 1) sastra fatalis, yaitu sastra yang dibangun oleh ketiadaan kategorisasi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;indifference&lt;/span&gt;) dan ukuran-ukuran tentang baik/buruk, benar/salah, atau membangun/merusak. 2) sastra&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; dekonstruktif (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;deconstructive&lt;/span&gt;), yaitu sastra yang merayakan pencairan batas-batas: utopia/distopia, masa lalu/masa depan, rasional/irasional, nalar/mistik, 3) sastra &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pastiche&lt;/span&gt;, yaitu sastra yang ketimbang melukiskan sebuah 'tanah impian' di masa depan yang dibangun oleh sains dan teknologi mutakhir, justeru mengajak mengembara ke dalam spirit dan 'tanah impian masa lalu' (mitos, mistisisme, kearifan kuno), 4) sastra hiper-realis (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hyper-realis&lt;/span&gt;), yaitu sastra yang melukiskan sebuah kehidupan yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; berkembang menuju 'ekstrimitas', sebagai akibat perkembangan hiper-sains dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;teknologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Sastra hiper-topia melukiskan arah pertumbuhan sains dan teknologi mutakhir akan menuju pada sebuah masa depan yang suram, bencana kerusakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catasthrope&lt;/span&gt;) atau sebuah 'hari kiamat' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;doomsday&lt;/span&gt;), akan tetapi tidak ambil peduli dengan segala ancaman resiko itu, memalingkan muka darinya (dengan cara kembali ke dalam pelukan nostalgia), tidak mampu melukiskan resiko itu, atau tidak kuasa menghindarkan diri dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; perangkapnya, dan membiarkan diri di larut di dalam 'kenikmatan penuh resiko 'itu, sebelum kehancuran dan bencana yang sebenarnya datang. Novel Umberto Eco, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foucault's Pendulum &lt;/span&gt;(1989), Dan Brown, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;DaVinci Code&lt;/span&gt; (2005), dapat dikategorikan sebagai sastra hiper-topia, khususnya dalam kategori sastra &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pastiche, &lt;/span&gt;yang di dalamnya masa depan (utopia) tumpang-tindih dengan spirit masa lalu di dalam sebuah kesatuan narasi yang kontradiktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;Sains dan Teknologi dalam Sastra Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Bagaimana perkembangan sains dan teknologi mutakhir berkaitan dan memberikan 'spirit' pada perkembangan sastra kontemporer di Indonesia? Apakah perkembangan sains dan teknologi mutakhir di dalam abad informasi-digital (televisi, video, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone, &lt;/span&gt;internet) membuka sebuah ruang bagi ekspresi sastra atau malah menutupnya? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu dilihat perkembangan mutakhir di dalam dunia sastra di Indonesia, dan bagaimana ia berkaitan secara timbal balik dengan perkembangan sains dan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Dapat dijelaskan di sini, bahwa perkembangan sains-teknologi dan sastra di Indonesia secara umum masih terperangkap di dalam bingkai 'dua budaya', sebagaimana dikatakan Snow, di mana perkembangan sains dan teknologi belum dapat memberikan masukan yang berarti pada perkembangan sastra, terutama karena belum berkembangnya sains dan teknologi itu secara signifikan. Di samping itu, minat bagi pengembangan sastra dengan tema-tema sains dan teknologi di dalam dunia sastra di Indonesia, terutama kategori fiksi ilmiah masih rendah, ditambah dengan kondisi perkembangan sains dan teknologi yang belum mendukung ke arah ekspresi macam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Melihat perkembangan sastra sejauh ini, ada dua kecenderungan umum bagaimana sastra 'memperlakukan' sains dan teknologi, yaitu: 1) perayaan sains dan teknologi, berupa kekaguman terhadap perkembangan sains dan teknologi, dan mengungkapkan kekaguman ini di dalam narasi atau fiksi, dan 2) sikap kritis terhadap sains dan teknologi, dengan melukiskan efek-efek merusak dari teknologi, serta bagaimana perkembangan sains dan teknologi menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai yang telah diwariskan sebelumnya. Kecenderungan ke arah hiper-topia belum tampak di dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; perkembangan sastra mutakhir di Indonesia, meskipun hiper-realitas telah menjadi bagian dari dunia kehidupan sehari-hari masyarakat, melalui penggunaan aneka teknologi simulasi, seperti komputer, internet dan realitas virtual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Spirit utopis tampak di dalam berbagai ekspresi sastra, baik berupa puisi, cerpen atau fiksi. Pesona dan kekaguman terhadap kemajuan dan pencapaian sains menjadi tema utama dari ekspresi sastra, melalui perayaan terhadap peran sains dan teknologi itu sendiri dalam mambangun kehidupan bermakna. Di antara karya sastra utopis yang fenomenal, yang dipengaruhi oleh kekaguman terhadap perkembangan sains mutakhir adalah karya Dewi Lestari, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Supernova &lt;/span&gt;(2000). Meskipun belum dapat dikategorikan sebagai fiksi ilmiah, karena sejauh ini masih sering dipertanyakan 'riset' dan 'pertanggungjawaban' ilmiah dari novel ini, akan tetapi novel ini dapat dianggap sebagai sebuah 'terobosan baru' dalam dunia sastra, yang mencoba mengambil tema-tema sains mutakhir sebagai tema utama sastra, dengan perkataan lain menjadikan sastra bermuatan 'sains'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Kecenderungan umum dalam sastra Indonesia adalah spirit distopia, yang diekspresikan di dalam aneka ekspresi sastra. Di sini, ekspresi sastra merupakan sebuah bentuk kritik terhadap perkembangan sains dan teknologi itu sendiri, yang dianggap telah 'merenggut' manusia dari kebersatuannya dengan alam: dengan tanah, ombak, laut, pasir, bunga, hujan atau tepi langit. Karya sains dan teknologi mulai dari yang 'sederhana' seperti jam, kulkas, televisi, sampai yang lebih kompleks seperti komputer, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone &lt;/span&gt;atau internet, dianggap telah menjadikan manusia 'tercabut' dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; akarnya di pangkuan alam. Sastra dijadikan sebagai kendaran untuk menyatakan kekecewaan, ketakpuasan dan ketakbahagiaan terhadap kecenderungan sains dan teknologi mutakhir, yang dianggap telah menggiring pada kerusakan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; ekologis, kehancuran alam, kematian sosial, dan degradasi manusia dan nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; kemanusiaan. Kecenderungan distopia ini, misalnya, tampak pada sajak Subagio&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; Sastrowardoyo&lt;span style="font-style: italic;"&gt; 'Manusia Pertama di Angkasa Luar' &lt;/span&gt;(1982):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-style: italic;"&gt;Berilah aku satu kata puisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-style: italic;"&gt;daripada seribu rumus ilmu yang penuh janji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-style: italic;"&gt;yang menyebabkan aku terlontar kini jauh dari bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma; font-style: italic;"&gt;yang kukasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Seiring dengan perkembangan mutakhir teknologi informasi, di dalam kancah dunia sastra di Indonesia berkembang pula semacam 'sastra elektronik' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;electronic literature&lt;/span&gt;), melalui berbagai situs, blog atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mailing list &lt;/span&gt;sastra. Melalui 'sastra elektronik', tulisan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;text&lt;/span&gt;) yang di masa lalu memancangkan sebuah pikiran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;to fix&lt;/span&gt;), kini berubah menjadi hiperteks (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hypertext&lt;/span&gt;), yang menjadikan pikiran mengapung (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;floating&lt;/span&gt;) dan mengalir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flux&lt;/span&gt;). Di dalam jaringan teknologi informasi (internet, tv, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone, &lt;/span&gt;vcd) sastra berkembang menjadi semacam 'sastra jaringan' (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;net-literature&lt;/span&gt;), yang melaluinya komunitas-komunitas sastra berinteraksi dan berkolaborasi secara virtual. Meskipun demikian, perkembangan baru ini masih dilihat lebih sebagai peralihan medium sastra semata-dari teks ke arah hiper-teks, dari kertas ke realitas virtual-ketimbang perubahan substansial dan isi karya sastra itu sendiri (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;content&lt;/span&gt;). Konsep dan prinsip-prinsip sains dan teknologi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;itu sendiri pada kenyataannya belum banyak memberikan 'ruh' pada ekspresi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt; karya-karya sastra.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-2455971310454452738?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/2455971310454452738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=2455971310454452738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/2455971310454452738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/2455971310454452738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2010/04/sastra-dan-teknologi-informasi.html' title='sastra dan teknologi informasi'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-8135331656233177067</id><published>2010-04-05T22:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T22:57:11.868-07:00</updated><title type='text'>pengaruh teknologi informasi terhadap sastra</title><content type='html'>&lt;p&gt;Peran teknologi informasi sangat besar dalam segala aspek kehidupan. Baik dalam bidang social, pemerintahan maupun religi. Kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat menyebabkan teknologi semakin canggih dan berkembang. Hal ini dibuktikan dengan aanya perangkat pengolah data yaitu computer, yang mampu mengolah data dalam jumlah yang besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dunia sastra tidak akan lepas dari teknologi informasi. Tanpa teknologi informasi, masyrakat tidak akan menikmati buku- buku cetakan yang baik. Pengarang mermanfaatkan teknologi informasi untuk membuat karya sastra. Teknologi informasi memberikan kemudahan bagi pengarang dalam mengolah dan mengedit karyanya sesuai dengan keinginannya. Berikut ini adalah beberapa keunggulan teknologi informasi dalam dunia sastra:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dapat digunakan sebagai perantara untuk mengetik(memasukkan data), mengolah(proses), dan menyimpan, serta menghasilkan cetakan(output) karya sastra.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data yang ada tidak akan hilang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data dapat di edit dengan cepat&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Namun di samping itu, teknologi informasi memiliki bebrapa kekurangan, antara lain:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mudah dibajak atau di copy&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sering terdapat kesalahan penulisan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa teknologi informasi sangat penting dalam dunia sastra. D engan adanya teknologi informasi, sastrawan dapat mengekspresikan semua karyanya dan mempubklikasikannya pada orang banyak.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-8135331656233177067?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/8135331656233177067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=8135331656233177067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/8135331656233177067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/8135331656233177067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2010/04/pengaruh-teknologi-informasi-terhadap.html' title='pengaruh teknologi informasi terhadap sastra'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-957329897028849191</id><published>2008-12-02T04:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T04:07:31.157-08:00</updated><title type='text'>MiRoTiic</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUk1ZBn1dI/AAAAAAAAABY/b2Ax78ErVmE/s1600-h/sddd.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275163038203762130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUk1ZBn1dI/AAAAAAAAABY/b2Ax78ErVmE/s320/sddd.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;SIAPKAN KEJUTAN DALAM ALBUM BARU&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Reaksi fans akan teaser MV dan cover album mirotic sangat heboh. Maklum, 2 tahun sudah idola mereka tidak beraktivitas dan merilis album di korea. Meski sesekali TVXQ masih pulang ke korea untuk syuting iklan dan acara tv. Para fans sangat terkesan dengan imej baru tvxq yang lebih dewasa, matang , dan seksi.&lt;br /&gt;Persiapan untuk album ke empat TVXQ sudah dimulai sejak akhir tahun lalu. SM membeli hak cipta mirotic dari Remee pada Januari 2008. Mirotic merupakan alum pertama yang direkam untuk album ke empat ini memerlukan waktu 2 bulan untuk proses produksi. Proses rekaman album mirotic sendiri kelar pada bulan Juli lalu. Sayang, hak cipta tembang ini juga dibeli penyanyi Jerman, Sarrah Connor pada bulan Juni. Agustus lalu Sarah merilis tembang yang sama dengan judul Under My Skin. Karena SM sudah membeli lebih dahulu, TVXQ tidak bisa disebut mendaur ulang lagu Connor. Sebab mereka hanya kalah cepat saja dalam perilisan nya. SM meyakinkan bahwa meski sumbernya sama, versi TVXQ bakal jauh beda dengan Connor. Under my skin versi Connor bergenre elektronika pop dengan cabikan gitar rock. Sedangkan TVXQ lebih menekankan pada beat dan harmonisasi vocal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-957329897028849191?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/957329897028849191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=957329897028849191' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/957329897028849191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/957329897028849191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2008/12/mirotiic.html' title='MiRoTiic'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUk1ZBn1dI/AAAAAAAAABY/b2Ax78ErVmE/s72-c/sddd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-1735115998585389972</id><published>2008-12-02T03:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T04:04:58.055-08:00</updated><title type='text'>Mirotic</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUkRczJjJI/AAAAAAAAABQ/oljEmt17c1Q/s1600-h/sss.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275162420741508242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 223px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUkRczJjJI/AAAAAAAAABQ/oljEmt17c1Q/s320/sss.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUjseyxP7I/AAAAAAAAABI/4ACmABj_9CA/s1600-h/ggg.jpg"&gt;MIROTIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUjseyxP7I/AAAAAAAAABI/4ACmABj_9CA/s1600-h/ggg.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Mirotic merupakan istilah baru yang merupakan kombinasi kata “miro” yang berarti “labirin” atau sesat,serta akhiran bahasa inggris “tic”. Gabungan kata ini berarti hilang atau tak bisa keluardari labirin. Ini merupakan perlambang cinta pada pandangan pertama. Dimana orang yang mengalami hal tersebuttak bisa melepaskan diri dari pesona orang yang ditaksir. Agaknya ini merupakan harapan SM terhadap reaksi fans akan album baru ini. Single digital mirotic sudah dibeli via situs musik korea seperti Soribada , Dosirak dan melon mulai 19 September.&lt;br /&gt;Pada 21 September TVXQ menggelar showcase di Seoul. Ini merupakan arena terbuka yang biasanya dipakai untuk even nasional seperti pesta penyambutan Olimpiade atau World cup. TVXQ merupakan grup pertama yang menggelar showcase di pusat kota Seoul tersebutselain ikon musik korea. Seleme bulan Oktober nanti berbagai artis idola juga akan melakukan promo single atau album baru mereka. Beberapa di antaranya adalah SS501 , Big Bang , Wonder Girl.&lt;br /&gt;Penyanyi ballad macam Shin Seung Hoon , Kim Joong Kook , Jo Sung Mo juga ancang-ancang melepas rilisan baru. Jelas bulan Oktober merupakan bulan persaingan paling ketat untuk industri musik. Siapa yang akan memenangkan pertarungan ini??? TVXQ yang punya status sebagai gru terbaik Asia tentunya punya kans besar. Mirotic juga nantinya akan dirilis di Jepang dalam bentuk single ke-24 Tohoshinki pada 15 Oktober.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUjseyxP7I/AAAAAAAAABI/4ACmABj_9CA/s1600-h/ggg.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUjseyxP7I/AAAAAAAAABI/4ACmABj_9CA/s1600-h/ggg.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-1735115998585389972?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/1735115998585389972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=1735115998585389972' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/1735115998585389972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/1735115998585389972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2008/12/mirotic.html' title='Mirotic'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STUkRczJjJI/AAAAAAAAABQ/oljEmt17c1Q/s72-c/sss.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-1984754335845537926</id><published>2008-11-30T22:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T22:18:16.740-08:00</updated><title type='text'>LOTTE DUTY FREE SHOP</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STOBbN33ejI/AAAAAAAAABA/E3OQOq0RJzA/s1600-h/SELINGKUHANKU.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274701893161417266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 285px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STOBbN33ejI/AAAAAAAAABA/E3OQOq0RJzA/s320/SELINGKUHANKU.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;TVXQ model lotte Duty Free Shop&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lotte korea kini punya spokesperson baru untuk jaringan Duty Free Shop mereka , yaitu TVXQ.&lt;br /&gt;“tak diragukan lagi TVXQ merupakan grup yang sangat popular di Korea, Jepang maupun seluruh Asia. Kami telah menunjuk mereka menjadi model untuk menarik perhatian turis asing. Kami bisa mengandalkan mereka untuk menarik perhatian”. Ungkap perwakilan lotte Korea pada 17 Desember lalu.&lt;br /&gt;Sebelum TVXQ, model utama Lotte Duty Free Shop adalah RAIN.&lt;br /&gt;Pemotretan iklan lotte yang menampilkan TVXQ ini dilakukan di sebuah studio kawasan kangnam, seoul awal September lalu.&lt;br /&gt;Fotografernya adalah Kwong Young Ho. Pada 27 September nanti TVXQ akan tampil dalam even promo lotte di Seoul. Saat pemotretan, para personel TVX juga melakukan cetak telapak tangan yang penjualalnnya akan disumbangkan bagi amal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-1984754335845537926?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/1984754335845537926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=1984754335845537926' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/1984754335845537926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/1984754335845537926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2008/11/lotte-duty-free-shop.html' title='LOTTE DUTY FREE SHOP'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STOBbN33ejI/AAAAAAAAABA/E3OQOq0RJzA/s72-c/SELINGKUHANKU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-2048934916403186138</id><published>2008-11-30T22:08:00.001-08:00</published><updated>2008-11-30T22:12:04.145-08:00</updated><title type='text'>TOHOSHINKI</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STOAAuWydgI/AAAAAAAAAA4/Dmpt-h-XhVM/s1600-h/tvxq.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274700338512950786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 233px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STOAAuWydgI/AAAAAAAAAA4/Dmpt-h-XhVM/s320/tvxq.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;TVXQ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak keluar berkarier menjadi artis, tidak banyak waktu untuk bisa melakukan kegiatan pribadi , makanya sudah lama tidak ada kegiatan di waktu luang , paling mencuri-curi waktu di tengah kesibukan untuk bermain game dan sejenisnya. Kadang sebelum tidur juga main game perang bantal. Masih ingat pernah sekali tampil di amerika , malamnya di hotel kami sempat main petak umpet bersama dengan para dancer. Mungkin orang-orang akan merasa kami kekanak-kanakan, tapi setelah bermain kami merasa lama semakin asyik!!&lt;br /&gt;Saat baru mulai bermain , para dancer juga menertawakan kami , katanya kami kekanak-kanakan karena main petak umpet, tapi setelah main mereka berpendapat, katanya permainan itu asyik banget.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-2048934916403186138?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/2048934916403186138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=2048934916403186138' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/2048934916403186138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/2048934916403186138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2008/11/tohoshinki.html' title='TOHOSHINKI'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STOAAuWydgI/AAAAAAAAAA4/Dmpt-h-XhVM/s72-c/tvxq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-2946157961900646895</id><published>2008-11-30T21:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T22:05:59.586-08:00</updated><title type='text'>TVXQ menguasai bhasa Jepang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STN-abPsLdI/AAAAAAAAAAw/jRamRqyOWNM/s1600-h/suamiiq+tercinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274698581036248530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STN-abPsLdI/AAAAAAAAAAw/jRamRqyOWNM/s320/suamiiq+tercinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;DBSK makin kuasai bahasa Jepang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di bandingkan dengan album sebelumnya, Stay with me tonight dan Somebody to Love , yang kali ini irama lagunya lebih cepat. Seperti dulu di mana kebanyakan lagunya dikarang oleh Song Wei Jie , musisi ternama yang menciptakan “Hua Xue Chao Nan Zi”, album ini juga benar-benar mengekspresikan kemampuan musik Dong Bang Shin Ki.&lt;br /&gt;Pantas saja di hari mereka keluar menjadi artis, album itu sudah menduduki peringkat ke-9 chart Oricon Jepang!!!.&lt;br /&gt;Dong Bang Shin Ki sudah belajar bahasa Jepang selama 1 tahun. Kelima anggotanya menytakan , sebelumnya perlu banyak waktu baru bisa memahami arti lirik lagu bahasa Jepang, dan kemudian menghayati perasaan yang terkandung dalam isi lagu itu.&lt;br /&gt;Sebenarnya sejak 1 tahun yang lalu, saat DBSK baru berkembang ke Jepang , mereka sudah pernah menyanyikan lagu ini. Walaupun kelima cowok ini di Korea juga sudah sering menyanyikan lagu-lagu cinta , tapi karena saat itu sama sekali tidak mengerti bahasa Jepang , makanya betapa pun giatnya , tatep saja ada jurang bahasa , akhirnya tidak bisa rekaman lagu ini dengan baik. Makanya kali ini My destiny akan dirilis sebagai album single, DBSK ini tidak lagi adalah sebuah langkah yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-2946157961900646895?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/2946157961900646895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=2946157961900646895' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/2946157961900646895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/2946157961900646895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2008/11/tvxq-menguasai-bhasa-jepang.html' title='TVXQ menguasai bhasa Jepang'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STN-abPsLdI/AAAAAAAAAAw/jRamRqyOWNM/s72-c/suamiiq+tercinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-1125761349241734344</id><published>2008-11-30T21:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T21:56:10.174-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STN8Hx919FI/AAAAAAAAAAo/1KsTqQwkM2k/s1600-h/para+suamiiq.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274696061694637138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 288px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STN8Hx919FI/AAAAAAAAAAo/1KsTqQwkM2k/s320/para+suamiiq.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;The 3rd album “O” Jung Ban Hap&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;DBSK tahun ini lebih banyak tampil di luar korea,termasuk Jepang,Thailand,dan Malaysia ini tampil dengan imej lebih dewasa.&lt;br /&gt;DBSK jga berharap lewat konser ini mereka bias memuaskan kerinduan fans local setelah 10 bulan tidak tampil di Korea.&lt;br /&gt;Konser ini juga disiarkan oleh TV SBS, suatu hal yang sangat jarang terjadi seblumnya. Pada konser kali ini, DBSK menyanyikan 6 lagu termasuk get me some, I’ll be there,O, rising sun dan I wanna hold you.&lt;br /&gt;Saat menyanyikan lagu dance berirama cepat, mereka memperlihatkan tarian yang mempesona di atas panggung berbentuk T.&lt;br /&gt;Lalu saat melantunkan lagu ballad I’ll be there, seluruh penonton seolah terbius oleh suara indah mereka. DBSK juga menggelar aksi amal dengan menjual gelang warna terang di mana keuntungan akan disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan.&lt;br /&gt;Sepanjang konser,personel DBSK juga berbincang-bincang dengan presenter dan membagikan cerita-cerita menarik. Ketika di minta menggambarkan pesona suara masina-masing personel, mereka memuji kemempuan menyanyi satu sama lain dengan menggambarkan suara U-Know “sangat dalam”, suara Max”jernih” , suara Micky”lembut”,dan suara Xiah”serak-serak basah”. Penonton langsung tertawa saat mendengar Xiah menirukan suara lumba-lumba. DBSK juga memperlihatkan foto-foto yang belum pernah di edarkan untuk umum pada layer besar.&lt;br /&gt;Pada akhir pertunjukan penonon meminta DBSK menyanyikan sky, single Jepang terbaru mereka. Showcase ini sempat tertunda satu jam karena serombongan besar fans dari luar provinsi dating terlambat. Sekitar 1000 fans dari Jepang,Tiongkok, Filipina, Singapura , Vietnam , Indonesia , Amerika , Australia , dan hongkong ikut menyaksikan konser ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-1125761349241734344?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/1125761349241734344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=1125761349241734344' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/1125761349241734344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/1125761349241734344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2008/11/3rd-album-o-jung-ban-hap-dbsk-tahun-ini.html' title=''/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/STN8Hx919FI/AAAAAAAAAAo/1KsTqQwkM2k/s72-c/para+suamiiq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-1106085865300997967</id><published>2008-11-30T21:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T21:39:22.453-08:00</updated><title type='text'>TVXQ</title><content type='html'>DONG BANG SHIN KI&lt;br /&gt;Dong bang shin ki adalah boyband yang terkenal di ASIA. TVXQ berjumlah 5 personil. Masing – masing personil mempunyai suara dengan ciri khas yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personel DBSK:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U-know yunho&lt;br /&gt;Nama asli : jung yun ho&lt;br /&gt;TTL : 6 februari 1986/Gwang ju&lt;br /&gt;Spesialis : menari&lt;br /&gt;Posisi : suara bass&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hero jae joong&lt;br /&gt;Nama asli: kim jae joong&lt;br /&gt;TTL : 26 januari 1986/Chungnam&lt;br /&gt;Spesialis : menyanyi&lt;br /&gt;Posisi : vokalis utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xiah junsu&lt;br /&gt;Nama asli : kim jun su&lt;br /&gt;TTL : 15 desember 1986/gyeonggi&lt;br /&gt;Spesialis : menyanyi,menari&lt;br /&gt;Posisi : suara tinggi medium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Micky yoo chun&lt;br /&gt;Nama asli : park yoo chun&lt;br /&gt;TTL : 4 juni 1986/seoul&lt;br /&gt;Spesialis : menyanyi,mengubah lagu&lt;br /&gt;Posisi : suara rendah medium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Max changmin&lt;br /&gt;Nama asli : shim chang min&lt;br /&gt;TTL : 18 februari 1988/seoul&lt;br /&gt;Spesialis : menyanyi, menari&lt;br /&gt;Posisi : suara tinggi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-1106085865300997967?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/1106085865300997967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=1106085865300997967' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/1106085865300997967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/1106085865300997967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2008/11/tvxq.html' title='TVXQ'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123096582062611897.post-4008573184248070659</id><published>2008-11-17T00:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T00:49:13.237-08:00</updated><title type='text'>aaaaaaaa</title><content type='html'>hehehe......&lt;br /&gt;q bnun kieee???????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123096582062611897-4008573184248070659?l=kiira-shin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiira-shin.blogspot.com/feeds/4008573184248070659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123096582062611897&amp;postID=4008573184248070659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/4008573184248070659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123096582062611897/posts/default/4008573184248070659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiira-shin.blogspot.com/2008/11/aaaaaaaa.html' title='aaaaaaaa'/><author><name>kiira luphly-</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01142867553079722570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_TmVGTgx6Ajo/Syw3VzV8kZI/AAAAAAAAABg/-YQIap2zhHY/S220/hehe+(7).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
